Kerusahan Landa Kazakhstan, KBRI Minta WNI Waspada

Internasional News Terkini

NUR SULTAN, TERKINI.COM- Duta Besar Republik Untuk Kazakhstan dan Tajikistan Muhammad Fadjroel Rahman pada Sabtu (8/1) memastikan bahwa 141 warga negara Indonesia yang ada di Kazakhstan dan tiga lainnya di Tajikistan berada dalam kondisi “sehat dan aman.”

“Kami menjamin dan memberitahukan pada keluarga di Indonesia bahwa keadaan mereka sehat, aman; dan KBRI setia melayani mereka dalam masa state of emergency ini,” ujar Fadjroel dalam pesan videonya seperti dikutip Jakarta Terkini.com dari VOA ketika dikontak terkait meluasnya kerusuhan yang berawal dari demonstrasi memprotes kenaikan harga BBM.

Duta Besar Republik untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Muhammad Fadjroel Rahman. (Foto: Facebook)
Duta Besar Republik untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Muhammad Fadjroel Rahman. (Foto: Facebook)

Meskipun demikian, KBRI, tegas Fadjroel, meminta agar seluruh WNI “selalu waspada dan hati-hati, menjauhi kerumunan massa, tidak keluar rumah jika tidak perlu benar atau ada keperluan penting, mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah setempat, menjaga ketertiban dan tidak ikut dalam aksi massa.”

Protes Kenaikan Harga BBM Bergulir Jadi Aksi Kekerasan

Pernyataan ini dikeluarkan KBRI di Kazakhstan setelah kerusuhan meluas di negara itu sepekan terakhir ini. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev pada Jumat (7/1) bahkan mengeluarkan perintah tembak di tempat guna mengatasi aksi kekerasan yang dilakukan sebagian demonstran.

Dalam pidato yang disiarkan televisi secara nasional itu, Tokayev mengatakan “teroris telah secara terus menerus merusak properti negara dan pribadi, dan menggunakan senjata terhadap warga sipil. Saya telah memberikan perintah kepada para penegak hukum untuk menembak mati tanpa peringatan.”

Warga berjalan melewati mobil-mobil yang terbakar setelah bentrokan, di sebuah jalan di Almaty, Kazakhstan, 7 Januari 2022. (Foto: AP)
Warga berjalan melewati mobil-mobil yang terbakar setelah bentrokan, di sebuah jalan di Almaty, Kazakhstan, 7 Januari 2022. (Foto: AP)

Tokayev menolak seruan internasional agar pemerintahnya berunding dengan para pengunjukrasa. Ia mengklaim, tanpa bukti, bahwa mereka dilatih dan diorganisir oleh entitas asing yang tidak disebutkan namanya.

Tokayev menyebut para pengunjuk rasa sebagai bandit dan teroris yang harus dimusnahkan, dan berjanji akan segera melakukan hal itu.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena telah mengirim pasukan – atas perintah Tokayev – untuk membantu menindak para pengunjukrasa.

Sementara itu pihak berwenang Kazakhstan telah menangkap Karim Massimov, mantan kepala komite keamanan nasional yang dipecat awal pekan ini, setelah meluasnya aksi demonstrasi memprotes kenaikan harga BBM, yang kemudian bergulir menjadi aksi kekerasan. Ia ditahan karena diduga melakukan pengkhianatan tingkat tinggi (VOA/JT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *